#LingTrip,

Petualangan di Kota Baru Parahyangan

Thursday, March 16, 2017 Linda Leenk 3 Comments


Bulan Februari yang lalu, akhirnya saya bisa melepaskan penat sejenak dengan berpiknik. YAY!

Lokasi yang kami tuju adalah Kota Baru Parahyangan, letaknya ada di Bandung Barat. Kota Baru Parahyangan adalah proyek berskala kota pertama yang ada di area Bandung Raya. Didalamnya akan menampung segala fasilitas dan fungsi perkotaan.


Dari Jakarta, Kota Parahyangan dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam perjalanan. Hari itu kami cukup beruntung karena cuacanya cerah sekali, cocok banget buat piknik. Sampai di lokasi kami langsung diarahkan ke Bumi Pancasona.


Bumi Pancasona merupakan sebuah klub olahraga, dibangun di atas lahan seluas 1,7 ha dan dilengkapi dengan sarana olahraga yang cukup banyak.  Mulai dari kolam infinite pool dengan pemandangan langsung ke danau, gym, lapangan basket, bulutangkis, futsal hingga panahan.

Di sana kami tidak sempat mencoba olahraganya karena waktu yang terbatas dan masih harus berkeliling dan melihat-lihat ada apa saja di Kota Baru Parahyangan ini. Usai berkeliling Bumi Pancasona, kami berpindah lokasi menuju ke pusat kuliner yang menjadi andalan di Kota Baru Parahyangan.


Bale Pare The Shop and Dine Experience merupakan pusat kuliner dengan nuansa alam yang menyenangkan. Ada sembilan restoran dan enam kafe yang menyediakan berbagai menu yang menarik untuk dicoba. Kemarin kami dijamu oleh salah satu restoran yang ada di sana, nama tempatnya adalah Planet Drinks. Kami yang sebelumnya cukup lelah langsung semangat begitu memilih menu yang ingin dipesan. 
Mix Grill
Menu andalan di Planet Drinks adalah Iga Bakar dan jus stroberi, namun karena sudah banyak yang pesan menu tersebut akhirnya saya memilih untuk mencoba menu lain. Pesanan saya hari itu adalah Mix Grill and Sirloin Steak. Kalau sudah pergi beramai-ramai ya, pasti saling coba menu makanan. Saya sempat mencoba pesanan sop buntut milik eno, dan iga bakar milik ifan. (ketauan maruk)HAHA
Sop Buntut
Ada dua jenis sop buntut yang disediakan oleh Planet Drinks, digoreng atau dibakar. Keduanya sama-sama dihidangkan dengan nasi putih, emping dan semangkuk kuah hangat yang gurih. Iga bakar disajikan bersama kentang dan sayuran. Beberapa iga yang dilumuri bumbu, daging yang gurih, pantas saja banyak yang suka dengan menu ini. Mix grill cocok banget buat kamu yang sedang "sangat lapar", porsinya lumayan berat buat saya. Fillet daging ayam, sosis ayam dan potongan daging sirloin dilumuri dengan saus bumbu yang gurih pedas. Lengkap dengan kentang dan sayurannya juga. 

Perut sudah kenyang, sekarang saatnya melihat-lihat tipe rumah yang ditawarkan oleh Kota Baru Parahyangan. Kami sempat ditunjukkan beberapa rumah contoh, yang pertama didatangi adalah rumah contoh Nagatirta Wanoja di Tatar Naganingrum. Rumah ini konsepnya modern minimalis, luas bangunannya 278/305 m2. Rumah keluarga dengan empat kamar tidur plus satu kamar untuk ART dengan pembagian ruangan yang bagus. Suka banget lihat rumah dengan jendela besar-besar gini, semua cahaya matahari bisa masuk.
Salah satu kamar di rumah contoh

Salah satu rumah contoh yang ditawarkan
Rumah contoh kedua adalah Subang Tirta Asri yang letaknya di Koridor Bandoeng Tempo Doeloe. Konsep rumah kedua ini lebih seperti rumah di Bandung tempo dulu. Begitu masuk ke rumah ini, langsung jatuh cinta sama susunan ruangannya juga taman di dalam rumahnya. Ini adalah salah dua dari 17 tatar yang dipasarkan di Kota Baru Parahyangan lhoh. Semua hunian di Kota Baru Parahyangan dibangun dengan sistem cluster yang memiliki sistem keamanan 24 jam. Penamaan clusternya diambil dari nama-nama tokoh legenda rakyat Pasundan. Kalau mau lihat tipe rumah lainnya, bisa langsung ke website KBP saja ya. 
Tunggu ya :)
Tempat singgah selanjutnya adalah Mason Pine Hotel, review soal hotel ini sepertinya akan saya buat satu postingan sendiri saja ya. Sekalian melengkapi postingan di sini. ๐Ÿ‘€ 
Jadi kami satu rombongan diinapkan di hotel Mason Pine yang merupaka hotel resort bintang empat. Di Mason Pine pengunjung disuguhi pemandangan alam pedesaan dan fasilitasnya lengkap, trus kemarin kami diinapkan dengan fasilitas VIP. Bahagia banget ples norak. ๐Ÿ˜‚

Sebelum menutup sore, kami sempat mampir ke salah satu cafe yang bernama Ekuator Coffeenery. Sumpah ya ga ada kenyang-kenyangnya kalau pergi berombongan. Lokasinya ada di salah satu ruko yang ada di Kota Baru Parahyangan. Selain kopi, menu andalan mereka adalah Mojitos, dan sore itu saya memesan Mojitos Strawberry. Awalnya kami masih sempat menolak untuk memesan makanan, karena rasanya masih cukup kenyang. Namun semua berubah begitu satu persatu mulai ada yang memesan camilan, langsung satu piring diserbu orang banyak. Menu yang kami pesan mulai dari Spicy Fire Wings, Pinneapple Waffle, dan beberapa kentang goreng. Lapar apa doyan ya? ๐Ÿ˜‚


Selesai di foto langsung berebut makan :|
Sebelum kembali ke Hotel, kami mampir sebentar ke Masjid Al Irsyad Satya. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 1 Ha yang jadi satu dengan Al Irsyad Satya Islamic School. Masjid ini dirancang oleh Bapak Ridwan Kamil yang memang seorang arsitek. Konsep masjidnya berbentuk kubus yang terinspirasi oleh Ka'bah yang ada di Masjidil Haram. Begitu masuk ke masjid, langsung tampang ruang terbuka di seberang ruangan. Tempat mimbar berbentuk minimalis, didekatnya ada kolam yang di tengahnya terdapat sebuah bola dengan kaligrafi bertuliskan Allah. Lampu-lampu yang ada di dalam masjid kalau malam akan menampilkan bayangan Asmaul Husna alias nama-nama Allah.

Esok hari begitu check out dari hotel kami disambut dengan hujan deras. Padahal hari itu sudah dijadwalkan akan ke Sundial Puspa Iptek. Sundial merupakan Gedung Jam Matahari terbesar di Asia Pasifik yang memiliki dua bidang dial horisontal dan vertikal. Namun ya karena cuaca tidak mendukung, terpaksa batal kesana. Hiks.

Secara keseluruhan, kami senang sekali dengan piknik ke Kota Baru Parahyangan ini. Lumayan buat sedikit menghilangkan penat. Kamu sudah pernah mampir ke Kota Baru Parahyangan?


You Might Also Like

3 comments:

  1. sbnrnya pengeeen bgt kalo udh pensiun nanti bisa tinggal di daerah bandung yg sejuk2 gini:).. pilihan aku dan suami itu antara solo dan bandung mba :)... kayaknya 2 kota ini asyik dan tenang gitu utk nikmatin pensiun ;p.. nyari rumahnya dulu nih yg belum :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Solo kayaknya tentrem yaa

      -M.
      http://www.inklocita.com/2017/04/tiket-jepang-murah.html?m=1

      Delete
  2. Macet ga sihh kesananya??

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/tiket-jepang-murah.html?m=1

    ReplyDelete